Alhamdulillah, akhirnya aku bisa melanjutkan kisah ini… maaf sekali buat teman2 yg dah lama nunggu ya… maaf-maaf… m(_ _)m
tetapi jangan kaget ya… klo ternyata yg akan aku ceritakan ini kok malah kisah sendu… Bukan!! aku tegaskan lagi klo ceritaku nantinya ini bukanlah cerita sendu…
meski mungkin sudah laen dari harapan kalian….
Aku memang telah menemukan mutiaraku yg hilang itu… iya… yg aku maksud adalah ‘dia’…
Tetapi maaf sekali teman2… seiring perjalanan waktu… dengan pengalaman dan pengetahuan yg aku dapat… pada saat itu aku semakin menyadari klo diriku terlalu banyak kekurangan… aku mulai sadar klo diriku masih belom sanggup untuk berbuat lebih jauh… iya… akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengutarakan maksud hati untuk melamarnya… terlalu berat tugas seorang suami… amat sangat berat… setidaknya yg akan aku jalani jika saat ini… karena aku merasa masih harus "belajar hati" lebih banyak (selaen "belajar otak" tentu saja…) untuk membentuk sikap dan berpikir dewasa nan bijak… sebagai bekal untuk membentuk keluarga…
karena alasan itulah… akhirnya ‘dia’ yg aku maksud pada saat itu… aku serahkan sepenuhnya kembali kepada Tuhanku… aku putuskan untuk pasrah atas jodoh yg akan menjadi pendamping hidup sampai akhir hayatku nanti [yaitu waktu ketika DIA 'menarik'ku kembali dari tugas di dunia ini] sepenuhnya kepada Tuhanku, kecuali jika DIA telah memberikan isyarat yg akan memantapkan hatiku untuk bergerak melamarnya… akan aku lakukan.
Lalu pasti kalian akan bertanya, lha trus… perempuan yg bagaimana yg sebenarnya aku cari… hmmm.. it doesn’t need to be answered… but be explained… Baiklah.. akan aku jelaskan.
Yang jelas aku bukanlah seorang perfectionist mengenai urusan ini… karena aku sadar… aku penuh kekurangan… demikian juga tentunya dengan ‘perempuan’ itu… salah jika dalam pikiran kalian aku akan mencari perempuan yg hmmm… serba plus… keimanan, kecantikan, tabiat, sifat, sikap, harta mungkin (Astaghfirullahal’adzim..) karena yg demikian itu sudah tentu cuma ada di negeri dongeng… tidak di dunia yg sedang kita tinggali ini.
Atas kesadaran itu pula, aku sebenarnya tidak terlalu merisaukan kekurangan yg ada pada diriku… sebenarnya bukan karena itu aku memilih untuk tidak bergerak melamar ‘dia’… tetapi semata-mata karena petunjuk yg belum datang dari Tuhanku untuk mantap melamarnya… itu saja.
Tetapi jika kalian masih penasaran perempuan yg bagaimana yg akan menjadi pendamping hidupku itu, hmmm, setidaknya… dia adalah seorang istri sholehah yg mampu menjaga diri dan keluarga kelak, tidak perlu pintar tetapi cukup cerdas… yg akan selalu mampu meng-cover perkembangan anak-anak sesuai jamannya kelak… mampu membangun dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial sekitar… dan yg penting, mampu diajak untuk bahu-membahu bersama suami membangun keluarga yg sakinah, mawaddah, warohmah.
/*
Dan menanggapi tulisanku sebelumnya mengenai kekurang PD-an ku… bahkan sampai ditanggapi oleh si Radhit agar SWOT analysis segala… hahaha… tenang - tenang… aku dah ga sepanik itu kok :P kayakny klo aku pake’ SWOT analysis bakalan banyak ge-er nya… lha wong subyektif… eh ga ding… we are objective people mesti obyektif ya…
hehehe…
Alhamdulillah… karena barokah Ramadhan ini… aku bisa menjadi yayak yg lebih baik… dan semoga akan selalu meningkat meski bulan Ramadhan nanti usai… amin.
*/
Hmmm… selanjutnya… aku akan menyitir kata-kata yg aku sukai dari blognya seorang teman. Sederhana, mendasar, tetapi mengena: "Life goes on.. and whatever will be.. will be.." Yach.. hanya dengan berserah diri kepada-NYA lah kita akan selamat… dan biarkan diri kita mengikuti arus skenario Tuhan yg telah ditetapkan jauh-jauh sewaktu kita masih 120 hari dalam kandungan yg bersamaan dimasukkannya nyawa kita pada janin dalam rahim ibu kita (Ya Allah… ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami) pada masa lalu.
PS.
For overseas reader… please receive my apologize for the inconvenience you hardly read my blog because I wrote down my blog in Indonesian. If you don’t mind… try to find friends which could translate it. For volunteers… you could re-write my blog and I’m glad to receive email from you.
Thank you.